Postingan

Aku Adalah Penerus Budayaku

Gambar
Cipt. Ermila Kamil                                     Suara musik terus bergema di ruangan batu yang berlapis kaca. Gerak-gerik orang-orang di dalamnya. Lompat kesana kemari, berlari menuju posisi. Senyuman terus terurai dibibir, menatap kaca dengan gerakan mereka. Terdengar satu orang yang berbicara “yak.. satu.. dua.. tiga.. putar..” Suara itu jelas terdengar satu ruangan. apa? siapa dia?             Mungkin untuk orang-orang di sekitarnya sosoknya sudah tidak asing lagi. “satu dua tiga lompat... kejar..... hayookk, senyum guys...” Suaranya terdengar sambil ia begerak menuju posisinya.. ya.. ya... Dia adalah aku. Seorang anak perempuan yang hobi menari. Seorang anak yang mengikuti sanggar tari agar kecintaannya terhadap tarian Indonesia dap...

Tak Berujung Runcing

Gambar
Ada harapan yang diberi Ada omongan yang dijanjikan Tak berpegang teguh pada pondasi Takut runtuh karena beban Kutak tau bagaimana Kutak bisa berucap Ada kotoran yang melekat dikepalaku Ada hal yang kutakutkan Masih bisakah aku berharap? Masih dapatkah kuletak sebuah keyakinan? Ku merasa ragu Akan kah aku bertahan Tidakkah aku merasa kehilangan Kuhampiri memori lama Kuungkapkan kasih yang tercipta Betapa indahnya terukir manis Tanpa adanya si kopi pait Kini semua tak berujung dengan runcing Bisa patah kapan saja Atau bertahan dengan keadaan Kuasah mimpi ini Terasa mengecil dan tak dapat kuraih   Harapan pupus dan sirna Seakan rusak tiada signal

Pengantar Anak Usia Dini dan Pembahasan

Si Kecil Penenang Sesat

Gambar
Malam menyesap sepi, Pada rasi yang kemarin sendiri, ia tinggal sesat tak tau arah lagi Hilang sudah mimpi di sore itu, Pecah pada masa yang belum ku mau. Panas kepalaku panas. Enyahlah semua hilangkan bekas Mana penenang jiwa ini. kutelusuri dari limpa hingga ke sudut hati Kucari cari, kucari sampai yang ada hilang tak berbekas lagi. Sudut kebodohan yang elok tak terperi Kusesap ia sampai mati Demi ini, Aku cari sampai rela bersembunyi Di sudut ini pula kutemui dunia Kubiarkan ia masuk memaksa. Dengan jumawa ia beri nikmat walau sesaat. Hingga sesak tak lagi kuingat Dia buatku candu Eh...Si kecil penenang sesat Kutelan ia sampai ke tenggorokanku. Lalu kutemui seonggok sisaku, Menghilang jemu yang kuratapi   Di dipan waktu waktu itu Cekatmu yang sempat mengancamku, Meski kutau kau akan membunuhku, Cumbui lagi aku hingga lebih sewindu

Terukir Psikologi dan Antropologi

Gambar
Hai Antropologi Perkenalkan namaku Psikologi Kau sekejap enggan melihatku Aku selalu sembunyi Iya, dibelakang anak anak mahasiswa ini Yang ribut menceritakan kita, menggosip tentang kita Dasar ingusan Kata mereka, mereka lagi bingung Agaknya mereka butuh diriku jangkung Supaya kamu bisa dikenal sama mereka Tapi boleh ya aku mendekatimu Supaya kau sadar, pedar, betapa serasinya kita Ayo merapat padaku, supaya mereka iri sama kita Antropologi Maaf ganggu ya Kamu selalu sibuk dengan lingkungan manusia, sama masyarakatnya Kenapa sih? Apasih asiknya? Aku juga belajar manusia lho, supaya kamu tahu Cuma kalau aku, aku sukanya pelajarin mereka dari individunya Mereka unik, mirip aku yang penuh pernak pernik teori kanan kiri     Eh tapi kamu jangan takut Kita bisa jadian kok Gak percaya? Nih, dengerin aku lembut layu ya Sadarkah kamu, kalau kita sama-sama suka meneropong tingkah lucu manusia Lucu ya kita sering ngelaku...

KUKAYUH

Gambar
Mengikuti Menjalani Mematuhi Alur Cerita Takdir? Kukayuh sampan tak bersuara Kemana arah angin Kompas tak berguna Tak kulihat ujung dataran Hanya alam yang terbuka Dihempas gelombang yang tertata Kemana arah kayuhku Tak ada yang tau kapan berhenti kapan akan mati Semua kutelusuri Tak ada jawaban dari smua peta ini Mutar memutar Cerita panjang terbuat        Kuserahkan semua          Kulekat dalam doa  Merasuk jantung yang berdetak Ada cerita,ada alur ,ada takdir yang kuyakin akan baik saja Kuyakin akan indah pada waktunya Dimana...  Kayuhku berhenti di daratan pasir putih yang menemani